MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan PNL Career Fair 2nd 2026 bertajuk “Connecting Vocational Talent With Industry”, yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, di Auditorium PNL.
Diselenggarakan melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, kegiatan ini menjadi instrumen strategis dalam memperkuat konektivitas antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemerintah. Lebih dari sekadar bursa kerja, PNL Career Fair dirancang sebagai ruang interaksi profesional yang mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, sekaligus mendorong penguatan daya saing sumber daya manusia vokasi pada tingkat nasional maupun internasional.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama PNL, Dr (C). Muhammad Arifai, S.E., M.Acc., Ak., CPTT., CIFRS., Ch.GFM., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi tidak cukup hanya diukur melalui keberhasilan institusi menghasilkan lulusan, tetapi juga melalui kemampuan membangun jembatan yang efektif antara kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan peluang kerja yang berkelanjutan.
Menurutnya, perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian kualifikasi akademik, melainkan berlanjut pada penguatan relevansi kompetensi, aksesibilitas kesempatan kerja, serta kesiapan lulusan menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.
“Pendidikan vokasi harus mampu menghadirkan keterhubungan yang nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, Career Fair bukan semata-mata mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring profesional, memahami kebutuhan industri, dan memperluas peluang pengembangan karier lulusan,” ungkap Muhammad Arifai.
Ia menjelaskan bahwa PNL baru saja menyelenggarakan Wisuda ke-37 dengan mengukuhkan sebanyak 1.134 lulusan dari berbagai disiplin keilmuan dan kompetensi terapan. Capaian tersebut, menurutnya, sekaligus menghadirkan tanggung jawab institusional untuk terus memperluas akses transisi lulusan dari lingkungan akademik menuju dunia kerja.
Dalam perspektif pengembangan pendidikan tinggi vokasi, Muhammad Arifai memandang bahwa keberhasilan institusi perlu didukung oleh penguatan kemitraan industri, peningkatan relevansi kurikulum, serta penyediaan layanan pengembangan karier yang responsif terhadap perubahan kebutuhan tenaga kerja.
“Manajemen PNL memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Career Fair dan berharap kegiatan ini terus dikembangkan menjadi agenda institusional yang berkelanjutan. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, instansi pemerintah, dan pihak sponsor yang telah berkontribusi dalam membuka ruang kolaborasi serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL sekaligus Ketua Pelaksana, Dr (C). Zulkarnaini, S.E., M.Si., Ak., CA., CIFRS., CPTT., Ch.GFM., dalam laporannya menjelaskan bahwa PNL Career Fair 2nd 2026 merupakan bagian dari upaya sistematis institusi dalam memperkuat layanan pengembangan karier dan meningkatkan aksesibilitas lulusan terhadap informasi serta kesempatan kerja.
Menurut Zulkarnaini, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan interaksi langsung antara perusahaan dan pencari kerja, sehingga para peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai kebutuhan rekrutmen, tetapi juga dapat memahami kualifikasi, keterampilan, dan karakter profesional yang menjadi pertimbangan utama dunia industri.
Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut didukung oleh pendanaan PNL serta partisipasi dan sponsorship sejumlah perusahaan dari dalam maupun luar negeri. Kolaborasi tersebut mencerminkan tumbuhnya komitmen bersama dalam memperkuat keterhubungan antara penyedia tenaga kerja terampil dan sektor industri sebagai pengguna lulusan.
“Career Fair ini kami hadirkan sebagai wadah yang memberikan manfaat konkret bagi alumni, khususnya lulusan baru yang sedang mempersiapkan transisi menuju dunia profesional. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh akses terhadap informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Zulkarnaini menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan pengembangan karier, termasuk penyusunan curriculum vitae (CV), penguatan profil profesional, serta pemahaman mengenai strategi menghadapi proses rekrutmen.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe, Safriadi, S.STP., M.S.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi PNL dalam menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja.
Menurut Safriadi, tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks akibat perubahan struktur kebutuhan industri, perkembangan teknologi, dan meningkatnya tuntutan terhadap kualitas serta produktivitas tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut adanya kolaborasi yang lebih erat antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Career Fair memiliki relevansi strategis dalam mendukung upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kompetensi yang diperlukan dalam dunia profesional.
“Memiliki ijazah merupakan sebuah capaian penting, tetapi dunia kerja juga menuntut kedisiplinan, etos kerja, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, kesempatan seperti Career Fair harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengenali kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan kualitas diri agar mampu bersaing,” pesannya.
Safriadi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan keterampilan vokasi. Salah satu langkah yang disampaikan adalah penyediaan kesempatan pelatihan keterampilan bagi 1.500 peserta sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Ia juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Lhokseumawe untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal serta membangun koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah dalam penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja.
Menurutnya, keterbukaan informasi lowongan pekerjaan dan penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola ketenagakerjaan yang lebih inklusif, transparan, dan responsif.
Di samping itu, Safriadi mengingatkan bahwa pengembangan kewirausahaan juga perlu ditempatkan sebagai alternatif strategis dalam memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Lulusan pendidikan vokasi, menurutnya, memiliki modal keterampilan terapan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas usaha produktif dan bernilai tambah.
Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui instansi terkait untuk terus mendukung kegiatan pengembangan karier dan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi serta dunia industri dalam meningkatkan kualitas dan penyerapan tenaga kerja.
PNL Career Fair 2nd 2026 sekaligus merepresentasikan penguatan paradigma pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan lulusan siap kerja, tetapi juga pada pembangunan ekosistem talenta yang relevan, adaptif, dan berdaya saing. Melalui interaksi langsung dengan industri, perguruan tinggi memperoleh ruang untuk memahami perkembangan kebutuhan kompetensi, sementara perusahaan mendapatkan akses untuk mengenali potensi sumber daya manusia terampil yang dihasilkan institusi pendidikan.
Melalui penyelenggaraan Career Fair yang kedua ini, PNL semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada kebermanfaatan dan dampak nyata bagi masyarakat.
Dari kampus menuju industri, dari kompetensi menuju produktivitas, dan dari talenta lokal menuju daya saing global, PNL terus membangun jembatan yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan masa depan dunia kerja. {}
MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Tim Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., turun langsung meninjau…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan transformasi…
MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM (Ayah Wa)…
MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat tata kelola aset negara melalui penataan…
MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA – Dalam upaya mempererat hubungan antara TNI dan ulama, Komandan Korem (Danrem)…