Categories: Sosmas

Jaga Lingkungan, PHE NSO Tanam Mangrove dan Sebar Bibit Kepiting

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA – Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) turut ambil bagian dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui tebar 700 bibit kepiting (Scylla paramamosain) dan penanaman 300 pohon mangrove di Gampong (Desa) Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini sebagai komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus peningkatkan ekonomi masyarakat.

Program rehabilitasi ekosistem mangrove yakni Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (Kenduri) ini berperan penting dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir, mencegah abrasi dan menjadi habitat alami bagi biota. Mangrove dan populasi kepiting yang terjaga bisa berdampak positif terhadap pendapatan nelayan.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Aceh Utara, Samsul Rizal memberikan apresiasi terhadap komitmen masyarakat dan PHE NSO dalam menjaga ekosistem pesisir. Baginya, bibit kepiting dan mangrove satu kesatuan yang saling mendukung.

“Mangrove menjadi habitat alami bagi kepiting sehingga pelestarian mangrove sangat penting untuk keberlangsungan budidaya kepiting. Semoga ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Seunoddon dapat terus terjaga,” kata Samsul Rizal.

Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, kegiatan ini dapat meningkatkan animo masyarakat pesisir mengembangkan budidaya potensi-potensi kelautan yang memiliki ekonomi tinggi. Jika ekosistem pesisir semakin baik, nelayan tidak lagi hanya mengandalkan hasil tangkapan ikan di tengah laut. Akan tetapi dapat memperoleh tambahan penghasilan dari budidaya kepiting bakau.

“Kepiting bakau memiliki nilai ekonomis serta banyak peminatnya. Sehingga, selain menjaga ekosistem pesisir, program kami juga berupaya memberikan dampak ekonomi bagi Masyarakat,” pungkas Iwan.

Kepiting siap panen pada usia tiga sampai lima bulan dengan tingkat keberhasilan panen sebesar 60 sampai 80 persen dari bibit yang disebar dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan nelayan sampai dengan Rp 4.000.000 hingga Rp 10.000.000 per siklus panen. {}

Recent Posts

Teknik Kimia PNL Membaca Masa Depan Industri: Dari Pupuk, Tambang hingga Rekayasa Berkelanjutan

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Transformasi industri menuju proses yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan membuka…

11 jam ago

Siap-siap! Bupati Aceh Utara Umumkan Penerima Bantuan Rp328,4 Miliar Malam Ini

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -  Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendapat alokasi bantuan Pemerintah Pusat sebesar…

17 jam ago

Solidaritas dari Aceh, Wartawan Pasai Gelar Yasinan Doakan 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Pasai (AWP) menggelar yasinan…

3 hari ago

Indahnya Pantai Krueng Geukueh

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Berkunjung ke Aceh Utara rasanya kurang lengkap jika tidak mampir terlebih…

4 hari ago

PNL Perkuat Kesiapan Karier Mahasiswa, Soft Skill Jadi Modal Strategis Memasuki Dunia Kerja

MERDEKABICARA.COM | LHOKSEUMAWE - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang…

4 hari ago

Kawasan Simpang Empat Krueng Geukueh Sangat Menyedihkan

MERDEKABICARA.COM | ACEH UTARA -Kawasan Simpang Empat Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara Aceh Utara yang merupakan…

6 hari ago