Home / Foto / Tarif Parkir RSUD Munyang Kute Cekik Leher Warga

Tarif Parkir RSUD Munyang Kute Cekik Leher Warga

Tiket Parkir RSUD Munyang Kute Saat Di Perlihatkan Oleh Warga
Bener Meriah – Ditengah
panceklik melanda petani, pihak Rumah Sakit Munyang Kute Kabupaten Bener
Meriah, malah memasang tarif mahal untuk setiap pengunjung yang mengunjungi
rumah sakit tersebut, hal ini ditambah parah dengan sikap keras yang
dipraktikkan oleh para petugas parkir disana.
Sudah jatuh ketimpa tangga, eh
malah ditertawai tetangga, itulah fenomena yag dialami oleh Azwir ( 54 ), salah
seorang keluarga pasien yang hendak menjenguk keluarganya yang dirawat dirumah
sakit daerah kebanggan kabupaten Bener Meriah yaitu Rumah Sakit Umum Daerah
Munyang Kute. Bagai mana tidak, Azwir yang berprofesi sebagai petani ini
jauh-jauh datang dari pelosok desa hanya untuk membesuk keluarganya yang
katanya menderita penyakit dalam dan sudah beberapa hari dirawat di RSUD
Munyang Kute. Jangankan untuk membeli oleh-oleh yang akan diberikan kepada
sipesakitan sebagai wujud menghibur sembari memberi motifasi dorongan semangat
dan mendo’akan semoga keluarganya yang sakit segera sembuh dari penyakitnya,
untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari saja Azwir mengaku sudah sangat
kerepotan.
Baru saja Azwir, ayah dari 3
puta dan 2 putri ini memasuki peataran rumah sakit berplat merah milik
pemerinth daerah penghasil kopi dan sayur-sayuran ini, Azwir sontak tersentak
kaget mendengar bentakan dari dua orang pria yang berada tidak jauh darinya.
Dengan suara yang lantam bak gaya preman diera tahun 70 an salah seorang pria
tersebut menghardik Azwir,  “ Oooii,,,oiiiii,,,,, sini parkirnya “, kata
salah seorang pria tersebut sambil menunjuk-nunjuk kearah lokasi yang
dimaksudnya. Azwir sontak kaget dan nyaris terpeleset karena harus mengerem
sepeda motor bututnya secara mendadak, maklum, trauma masa konflik belumlah
lepas dari igatan Azwir pria paruh baya yang nampak sudah tua renta seiiring
usia yang terpaksa harus bekerja keras merawat sepetak kebun warisan orang tua
demi kelangsunganhidup anak istrinya.
Setelah sepedamotor butut
merek honda jenis CB buatan tahun 1975 milik Azwir diparkirkan ditempat yang
telah ditunjuk oleh salah seorang pria yang ternyata adalah petugas parkir di
RSUD Munyang Kute. Azwir kembali kaget utuk kedua kalinya ketika disodorkan bon
faktur restrebusi parkir yang harus dibayar sebesar Rp. 3000,-. Ayah lima anak
ini merogoh seluruh saku celana dan kantog bajunya berharap ada uang recehan
yang terselip disana sisa dari kembalian uang membeli satu kilo jeruk yang
dibeli untuk oleh-oleh buat keluarga yang sakit dan dirawat inap disana. Inilah
fenomena yang terjadi dipelataran parkir Rumah Sakit Umum Daerah Munyang Kute.
Pihak rumah sakit sendiri
terkesan diam dan enggan mengambil tindakan terhardap sikap arogansi para
tukang parkir di rumah sakit tersebut dan terkesan berkeinginan mengambil
keuntugan sebesar-besarnya dari hasil pemungutan parkir. Hal ini tampak dari
kurang responnya KTU RSUD Munyang kute, Syafri , ketika dikonfirmasi mengenai
masalah terkait masalah ini. “ Saya akan sampaikan keatasan saya nanti tentang
masalah ini, dan saya jugha baru tahu kalau besar iuran parkir di rumah sakit
ini sebesar Rp. 3000,- “ ugkap syafri. “ Maaf ya,,,saya harus tinggalkan kalian
( wartawan yang hendak mengkorfirmasi ), karena Wakil Bupati akan segera datang
kemri “ Lanjut Syafri, sambil menyarankan agar parawartan menanyakan langsung
kepada Dirut rumah sakit terkait masalah ini.
Dirut RSUD Munyang Kute Bener
Meriah, dr Aliyin ketika dikonfirmasi via handpohne terkait masalah ini
mengatakan, bahwa masalah parkir sudah diserahkan kepada pihak ketiga jadi
berapapun besaran iuran parkir itu mutlak urusan pihak ketiga, hanya saja jika
ditemukan adanya bukti pelanggaran yang dilakukan oeh para petugas parkir
dilapangan, maka pihaknya akan segera memutuskan kotrak kerja dengan pihak
ketiga yang menangani parkir tersebut. “ masalah parkir sudah kita kami sudah
menyerahkan kepada pihak ketiga, jadi kami sendiri tidak tahu berapa besar
iuran parkir yang harus dibayar oleh para pengujung, namun terkait adanya
bukti-bukti pelanggaran maupun sikap-sikap yang kuran berkenan dari para
petugas parkir, maka kita akan putuskan kotrak dengan pihak ketiga yang diberi
kewenangan untuk mengelola parkir di are parkiran RSUD Munyang Kute “ Kata
Aliyin.

Sementara itu, salah seorang
pengunjung lainnya yang tidak ingin indentitasnya dipublikasikan juga
menyampaikan keberatannya terhadap besarnya jumlah biaya iuran parkir di RSU
Munyang Kute, hal ini dikarenakan kurangnya fasilitas yang disediakan oleh
pihak pengelola maupun pihak rumah sakit terhadap kenyamanan kendaraan mereka
yang diparkirkan disana. “ Kami dituntut untuk membayar uang parkir sebesar Rp.
3000,- tapi kendaraan kami dibiarkan dijemur dibawah terik matahari tanpa
adanya pelindung sedikitpun, jadikalau satu hari satu malam kami disini, maka
satu hari satu malam pula kendaraan kami dijemur ditengah terik mata hari dan
embun malam bahkan begitu juga kalau hujan datang “, kata ibu pengunjung yang
mengaku sudah dua hari berada dirumah sakit untuk menjaga salah satu
keluarganya yang dirawat inap.(RJ)
Komentar

Baca juga

Dinas P & K Belum SalurkanTunjangan Sertifikasi Triwulan III dan IV Tahun 2016

ACEH TIMUR, MERDEKABICARA.COM – Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Trsnsformasi Lintas Sosial Aceh (LSM KATALIS ACEH) …