Home / Foto / Gerakan Penghijauan PT. PIM Turut Libatkan FKH Lhokseumawe

Gerakan Penghijauan PT. PIM Turut Libatkan FKH Lhokseumawe

Aceh Utara – Forum
Komunitas Hijau (FKH) Lhokseumawe melibatkan diri dengan Indutsri Pupuk yaitu
PT.PIM, yaitu dengan gerakan penghijauan menuju industri dan juga guna ikut
serta memperbaiki kerusakan lingkungan hidup, yang berada di kawasan pesisir
pantai. Salah satunya mengembalikan ekosistem Lingkungan hutan Mangrove di Aceh
Utara Dimana pasca Tsunami kerusakan hutan Bakau atau istilah tanaman Manggrove
kian memprihatikan dan merata ke seluruh pesisir kabupaten itu.
Sekjen FKH Kota
Lhokseumawe Saiful MDA mengatakan, kondisi tanaman pesisir yang mampu menjaga
ekosistem di perairan, bahkan diyakininya nyaris punah, pasca Tsunami Aceh. Hal
tersebut disampaikan Saiful MDA pada Acara penghijauan dengan melakukan
penanaman 10 ribu batang Bakau di Komplek PT. PIM, Kamis (26/8).
Ungkapnya, persoalan
pengerusakan lingkungan hidup hutan Bakau di Aceh Utara , sangat erat
kaitannya, dengan permasalah ekonomi masyarakat pesisir pantai. Oleh karena
Bakau yang merupakan komiditi meningkatkan ekonomi, di harapkan mampu
mengembalikan ekosistem pesisir yang berdampak meningkatkanya pertumbuhan
ekonomi masyarakat.
“inilah bukti
kepedulian kita selaku FKH dengan PT.PIM dimana, dalam mengembalikan ekosistem
lingkungan hidup perairan kita selain, melibatkan masyarakat juga para pelajar,
hal itu untuk memberikan pengetahuan bahwa pentinnya hutan Mangrove bagi
kelangsungan hidup mahluk air di pesisir.”  
Di tempat yang sama
pada acara penanaman tersebut, Pemerintah Aceh Utara sendiri mengakui kerusakan
hutan Bakau bukan hanya di terjadi pasca Stunami melainkan sebelum kejadian
tersebut. Dimana Assisten 1 Sekdakab Aceh Utara Drs. Anwar Adlin mengungkapkan,
pemamfaatan sumber daya hutan tersebut sama sekali berbeda dengan perlakuan di
Negara Asing salah satunya Negara Korea Selatan.
“Di Negara korea
selatan, masyarakat yang mengambil mamfaat dari tanaman bakau, mereka menebang
batangnya saja dan tidak sampai ke akar-akarnya, sedangkan di Aceh Utara Petani
menebang hingga ke akar-akarnya.”
Dalam Acara itu, Drs.
Anwar  Adlin meminta dengan
acara penanaman 10 ribu batang bakau di Daerah aliran sungai PT. PIM di
harapkan, mendapat dukungan dari masyarakat sekitar mengenai arti penting hutan
tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa depan anak cucu.
Dirut PT. PIM, Eko Sunarko,
mengatakan, kepedulian PT.PIM dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya dalam
melestarikan menjaga ekosisitem hutan mangrove bukan hal yang pertama kali,
namun yang selalu menjadi persoalan mengembalikan hutan Bakau justru terletak
dari sisi peratawannya. 

Menurutnya, hal inilah
menjadi kendala tidak hanya bagi pihaknya melainkan juga di masyarakat, karena
dalam merawat tanaman bakau perlu memerlukan pengawasan dari masyarakat
sekitar, agar tanaman itu tetap terjaga dan tidak sengaja di rusak.
Masih menurut
keterangannya, PT. PIM akan selalu aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan
hidup, tetap bersungguh-sungguh dalam menjaga kelesatrian lingkungan hidup,
yang bukan hanya di kawasan pesisir pantai namun juga di lingkungan masyarakat
baik yang berada di kawasan Kota Lhokseumawe juga di Kabupaten Aceh Utara.
Kesungguhan itu,
dibuktikan  bahwa PT. PIM saat ini
berhasil mengantongi proper biru, yang bermakna kepedulian perusahaan industri
dalam menjaga dan melastrikan lingkungan hidup., dan tidak menutup kemungkinan
di tahun depan perusahaan pupuk tersebut akan meraih Proper Hijau.
Acara penanaman 10 ribu
batang Bakau, yang diprakarsai PT.PIM juga dilakukan penanaman  di desa Bangka Jaya dan di areal
tambak budidaya ikan dan udang PT.PIM . Kemeriahan acara  penanaman batang Bakau juga
sangat tersa selain dihadiri ratusan pelajar dan juga masyarakat juga di
meraiahi oleh Pelawak Kondang Aceh Nasrul. (rif)

Komentar

Baca juga

Sambut Investasi, Perusahaan Migas Aceh Santuni Anak Yatim

LHOKSEUMAWE – Perusahaan lokal yang bergerak di bidang eksploitasi minyak dan gas di Aceh, PT. …