Home / Foto / Pemilik Boot Katrol Harapkan Kepedulian Pemerintah

Pemilik Boot Katrol Harapkan Kepedulian Pemerintah

Langsa – Pengusaha kapal nelayan penangkap ikan jenis Katrol yang tersebar dibeberapa daerah yang ada ditiga Kabupaten Kota diantaranya Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang, mengharapkan kepedulian dari pemerintah untuk mencari solusi dan jalan keluar sehubungan dilarangnya memakai pukat jenis Katrol tersebut untuk menangkap ikan. 

Kapal jenis Katrol yang masih beroprasi sampai dengan hari ini bekisar sekitar 40 buah yang tersebar dibeberapa titik lokasi dalam wilayah hukum Polres Langsa, dalam hal ini kalau Pemerintah bersedia khususnya Pemerintah Aceh menggantikan Pukat jenis Katrol dengan Pukat Langga, maka para pemilik Boot Katrol yang ada dibeberapa tempat ditiga wilayah tersebut mereka bersedia mencicil pembayarannya, bukan minta digratiskan dengan catatan sebagai pinjaman lunak yang diberikan kepada mereka, hal ini diungkapkan Aguslim selaku tokoh masyarakat didampingi Panglima Laot Kabupaten Aceh Timur “Hasballah, disela-sela kunjungannya pada acara silaturahmimi Polres Langsa.


di Kuala Langsa.


Menurut Hasballah, bagi mereka nelayan yang mempergunakan Boot jaring, Boot Pukat Langga, dan yang lainya memang tidak ada kendala, cuma masalah surat ijin saja yang masih dirasakan sedikit sulit, mereka yang mempunyai Boot diatas 50 GT, harus mengurus ijin oprasionalnya ke Jakarta, karena di Aceh belum bisa melakukan hal itu, ini sangat disayangkan, ujarnya kepada wartawan.  



Lanjut Hasballah, pada umumnya para nelayan dan pengusaha Boot yang ada di Aceh ini sangat mendukung pelarangan untuk tidak bisa memakai pukat Katrol atau pukat Harimau, tapi sekarang yang menjadi masalah, bagaimana nasib mereka yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan yang hanya mempunyai pukat tersebut , sementara Pemerintah dan instansi terkait hanya bisa melarang saja tapi tidak mencari solusi jalan keluar supaya mereka bisa tetap menjalankan usahanya sesuai dengan aturan yang berlaku yang tidak bertentangan dengan hukum, ujar Hasballah.



Tambahnya, Ia selaku Panglima Laot mewakili rekan-rekan nelayan lainnya berharap kepada pemerintah Aceh dan Instansi terkait agar bisa memberikan pinjaman lunak untuk kepentingan peralihan Pukat Katrol atau Pukat Harimau kepada pukat Langga, sedangkan kapal yang akan dipergunakan nanti akan dirubah fungsinya menjadi pukat Langga, katanya. (Boy)


Komentar

Baca juga

Sambut Investasi, Perusahaan Migas Aceh Santuni Anak Yatim

LHOKSEUMAWE – Perusahaan lokal yang bergerak di bidang eksploitasi minyak dan gas di Aceh, PT. …