Home / Gaya Hidup / Jangan Sampai Pemilik Tanah Jadi Korban Kerakusan Penguasa, Kata MaTA
Alfian Husen, ketua koordinator LSM MaTA ( foto: acehlive.com)

Jangan Sampai Pemilik Tanah Jadi Korban Kerakusan Penguasa, Kata MaTA

LHOKSEUMAWE | MERDEKABICARA.COM–Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM )Masyarakat Transparansi Aceh ( LSM MaTa) mencurigai pembelian lahan oleh pemerintah kota Lhokseumawe sebagai upaya penguasa untuk memperkaya diri.

Alfian Husen, koordinator MaTA, menilai anggaran pembelian tanah sebesar 36,5 milyar rupiah terlalu besar, untuk itu ” pemerintah perlu menjelaskan atas kebutuhan apa ? . Atau hanya untuk kepentingan ekonomi para politisi atau penguasa ?”, kata Alfian menggugat.

baca :http://Pemko Lhokseumawe “Doyan” Tanah

Menurut aktifis anti korupsi ini, pembelian tanah sudah menjadi modus para penguasa kota Lhokseumawe untuk memperkayakan diri .”Modus mareka sudah sangat lama terjadi, sayangnyanya penegakan hukum belum berjalan.”

Untuk memastikan tidak terjadi korupsi, Alfian Husen meminta agar publik turut serta mengawasi proses pembebasan tanah tersebut, terutama pemilik tanah.” Jangan sampai pemilik tanah menjadi pihak yang dirugikan atau korban dari kerakusan penguasa”.

Selain itu , LSM MaTa mengharapkan agar penyidik, yaitu polisi dan kejaksaan dapat mengawal proses pembelian tanah. ” Kepolisian dan kejaksaan wajib memastikan dalam pembebasan lahan tidak terjadi korupsi.Penyidik agar tidak larut dengan sistem yang selama ini masih rawan korupsi”.

Selain itu itu LSM MaTA meminta agar pemerintah kota Lhokseumawe untuk dapat menjelaskan secara transparan lahan tersebut, sehingga anggaran rakyat tidak sia sia. ” Dalam kajian kami,pemerintah kota Lhokseumawe , dalam pembebasan lahan, sering bermasalah”.

LSM MaTA juga mencatat, pembebasan tanah dan mendirikan bangunan banyak muzakir atau tidak mampu dimamfaatkan.”

Nonton bangunan mubazir :https://Dana Otonomi Khusus Terbuang Secara Khusus

Dalam buku APBD tahun 2016 , tercantum rencana pembelian tanah oleh pemko Lhokseumawe senilai 36,5 milyar rupiah.Peruntukan uang itu diantara lain untuk lanjutan pengadaan tanah untuk diklat sebanyak tiga milyar,untuk pabrik es dan pabrik pakan sebanyak 4,5 milyar. Untuk keperluan lapangan sirkuit balapan, senilai satu milyar rupiah.

baca :http://MaTA: Pembelian Tanah Oleh Pemko Lhokseumawe Rawan Korupsi

Delapan milyar lainnya adalah pengadaan tanah untuk satu unit postu dan kantor pemekaran kecamatan dengan harga masing masing empat milyar rupiah.

PENULIS : NASIER
EDITOR : NASIER

Komentar

Baca juga

Wanita Muda Ini Rintis Usaha Yang Didominasi Kaum Pria

BIREUEN | MERDEKABICARA.COM — Namanya Anisah, berumur 31 tahun, dinilai wanita sukses sukses di Kabupaten …